Pemprov Sultra Percepat Pemulihan Sawah Pascabanjir, 247 Hektare Siap Panen
By Admin
Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka dan Wali Kota Kendari Siska Karina Imran
nusakini.com, Kendari — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Pemerintah Kota Kendari mulai mempercepat pemulihan sektor pertanian setelah banjir sempat merendam ratusan hektare sawah di wilayah Kota Kendari.
Upaya tersebut ditandai dengan panen padi bersama di lahan Kelompok Tani Samaturu II, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Sabtu (16/5/2026). Panen dihadiri langsung Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka dan Wali Kota Kendari Siska Karina Imran.
Pemerintah menilai kondisi lahan pertanian yang sebelumnya terdampak banjir kini mulai membaik. Berdasarkan data Dinas Pertanian Kota Kendari, sekitar 247 hektare sawah di kawasan Baruga dinyatakan siap panen pada musim tanam pertama tahun 2026.
“Sudah mulai surut Alhamdulillah. Mudah-mudahan lahan yang masih tergenang juga bisa segera ikut panen,” kata Wali Kota Kendari Siska Karina Imran.
Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari Imran Ismail menjelaskan, total lahan sawah di kawasan Baruga mencapai 320 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 151 hektare sempat terdampak banjir dan 73 hektare mengalami puso atau gagal panen.
Meski demikian, sebagian besar lahan dinilai masih dapat diselamatkan sehingga petani tetap bisa melanjutkan produksi.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah juga menyalurkan bantuan benih padi dan pupuk kepada kelompok tani terdampak banjir. Bantuan diberikan kepada lima kelompok tani, masing-masing berupa 10 kilogram benih dan 50 kilogram pupuk.
Imran mengatakan bantuan itu bersumber dari APBD Kota Kendari dan dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian.
“Untuk tahap awal kami menyerahkan sekitar 50 sak pupuk kepada kelompok tani terdampak banjir,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah pusat disebut menyiapkan sekitar 235 ton benih padi guna mendukung musim tanam berikutnya dan menjaga keberlanjutan produksi pertanian di Kota Kendari.
Pemerintah daerah memastikan pendampingan terhadap petani terus dilakukan agar pemulihan lahan pertanian pascabanjir dapat berjalan lebih cepat sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah. (*)